Permasaalahan 1.
i
Nabi Adam Bertawassul dengan Nabi Muhammad SAW. Sebelum Nabi Muhammad Lahir
Umar ra. berkata bahwa baginda Rasulullah SAW bersabda : Tatkala Nabi Adam a.s. telah berbuat kesalahan (makan buah khuldi) yang dengan sebab itu Nabi Adam a.s. telah dihantar dari syurga ke dunia ini maka baginda a.s. senantiasa berdoa dan beristighfar sambil menangis-nangis. Sesekali beliau mengangkat kepalanya ke langit dan memohon : Ya Allah aku memohon (keampunan) kepada Engkau dengan berkat Muhammad SAW. Maka Allah SWT mewahyukan kepadanya : Siapakah Muhammad SAW ini, yang engkau memohon keampunan dengan berkatnya? Baginda a.s menjawab : Ketika Engkau jadikan aku, maka sekali daku melihat ke arsymu dan terpandang tulisan Laa ilaha illallahu Muhammadurrasuulullah (Tidak ada tuhan yang berhaq disembah melainkan Allah – Muhammad adalah Utusan Allah). Maka aku yakin bahwa tiada siapa pun yang lebih tinggi darinya disisiMu yang namanya Engkau letakan bersama Nama Mu. Lantas Allah mewahyukan kepada baginda a.s. : Wahai Adam, sesungguhnya dia adalah Nabi Akhir zaman dari keturunanmu. Sekiranya dia tidak ada maka pasti Aku tidak akan menciptakanmu (Dikeluarkan dari Thabrani dalam Jami’ushaghir dan juga Hakim dan Abu Nu’aim dan Baihaqi keduanya dalam dalam kitab ad-dalail).
Ii
Isra dan Mi’raj
Anas bin Malik r.a berkata: “Bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Didatangkan kepadaku kendaraan Buraq,’ lebih besar dari keledai, dan lebih kecil dari baghal (peranakan kuda dan keledai), langkahnya sejauh pandangannya. Lalu aku menaikinya dan berangkat bersama Jibril a.s. Tiba-tiba Jibril berkata kepadaku, “Turunlah dan shalatlah.” Aku pun mengerjakannya. Kemudian Jibril berkata “Tahukah engkau di mana engkau shalat, engkau tadi shalat di Tayyibah (Madinah) yang akan menjadi tujuanmu hijrah. Kemudian Jibril berkata: “Turunlah dan shalatlah!”, aku pun mengerjakannya, lalu dia berkata: “Tahukah engkau di mana shalatmu tadi, engkau shalat ada di Thurisina tempat Allah ber-mukalamah dengan Musa a.s.” Lalu berangkat lagi dan Jibril berkata: “Turunlah dan shalatlah!”, maka aku pun mengerjakannya, lalu dia bertanya: “Tahukah engkau di mana engkau shalat, engkau shalat ada di Bait Lahm, tempat kelahiran Nabi Isa a.s., kemudian aku masuk ke Baitil Maqdis, di sana telah berkumpul para nabi, lalu Jibril memintaku untuk menjadi imam shalat mereka.” (H. R. An-Nasa’i)
Halim Fansuri – 4 May 2010/19 Jamadil Awwal 1431H/1041H)
p/s: .. Soalan: Jika Rasulullah wasilahnya pada Jibrail a.s., maka Adam a.s wasilahnya pada siapa?


4 comments:
Alllah humma salli ala Sayyidina Muhammad
Nabi Ibrahim: .. .. ..wa a’la aalihi Muhammad.
Baginda Rasulullah: Kama sollaytaala Ibrahim, wa a’la aalihi Ibrahim.
Nabi Ibrahim: Wa barik a’la Muhammad, wa a’la aalihi Muhammad.
Baginda Rasulullah: Kama barokta a’la Ibrahim, wa a’la aalihi Ibrahim.
Fil a’lamina innaka hamidummajid.
.. sebahagian dialog baginda Rasulullah dengan Sayyidina Ibrahim a.s. ketika 'bertemu' semasa isra' dan mi'raj..
Assalamualaika Ya Aiyuhannabiyyu warahmatullahiwabarakatut...
Assalamualaina wa ala ibadikassolihin
he he.. itu dah bab lain.. dalam cerita yang sama..
Post a Comment