...Samuraihood couldn't be gotten by swordsplay, no matter how lethally good you were at it. So it wasn't Hijikata's swordsmanship, it wasn't Kondo's effective killing prowess, that made them 'samurai' at least in the memory of the rather clueless hordes of their fans after the year 2000.
What made a samurai was his allegiance -- what he lived for, what he fought for and what he fought against, and for whom he would kill and die for...
Terjemahan: ...'Kepahlawanan/kependekaran' tidak akan sekali-kali diperolehi melalui kehandalan bermain senjata, tidak kira sehandal atau semahir mana seseorang itu dalam bidang tersebut. Jadi, ianya bukan berkisar mengenai kehandalan bermain pedang Hijikata, atau kehebatan membunuh Kondo, yang menyebabkan mereka itu digelar 'pahlawan/pendekar/samurai' seperti yang difikirkan oleh semua orang pada masa ini.
Apa yang menjadikan seseorang itu 'pahlawan/pendekar/samurai' adalah 'ketaatannya' -- untuk apa dia hidup, apa yang diperjuangkan, dan siapa yang di tentang, dan untuk siapa perjuangan itu dilakukan, dan mati kerana tujuan tersebut...


No comments:
Post a Comment