..suatu pagi di kampung Berembang, Ampang. Sekitar pertengahan November 2006..
Kalau cinta sudah di buang
Jangan harap keadilan akan datang
Kesedihan hanya tontonan
Bagi mereka yang di perbudak jabatan
O, o, ya o … ya o … ya bongkar
O, o, ya o … ya o … ya bongkar
Sabar, sabar, sabar dan tunggu
Itu jawaban yang kami terima
Ternyata kita harus turun ke jalan
Robohkan setan yang berdiri mengangkang
O, o, ya o … ya o … ya bongkar
O, o, ya o … ya o … ya bongkar
Penindasan serta kesewenang-wenangan
Banyak lagi teramat banyak untuk disebutkan
Hoi hentikan, hentikan jangan di teruskan
Kami muak dengan ketidakpastian dan keserakahan
Di jalanan kami sandarkan cita-cita
Sebab dirumah tiada lagi yang bisa dipercaya
Orang tua pandanglah kami sebagai manusia
Kami bertanya tolong kau jawab dengan cinta
Iwan Fals
Islam
Jakarta, 03 September 1961
Biografi :
Iwan Fals yang juga memiliki nama lengkap Virgiawan Listianto adalah penyanyi balada yang menjadi legenda di Indonesia. Lagu-lagunya konsisten mengangkat persoalan sosial dan meneropong permasalahan kaum pinggiran yang dekat dengannya. Kebanyakkan lagu-lagunya banyak menyampaikan kritik yang bercirikan 'cekal' baginya di masa permerintahan Orde Baru.
Pria kelahiran Jakarta, 3 September 1961 yang pernah menjadi kolumnis beberapa tabloid olah raga ini, menjadi icon jalanan, yang lagu-lagunya kerap dibawakan para peminatnya.
Hingga kini Iwan tetap produktif berkarya dan album terakhirnya, Manusia Setengah Dewa dihasilkan pada 2005 lalu.
Sementara itu, perkawinanya dengan Rosanna (Mbak Yos) yang sekaligus menjadi pengurusnya ini, dikurniakan tiga anak, Galang Rambu Anarki (almarhum), Annisa Cikal Rambu Basae, dan Rayya Rambu Robbani.
P/s: Death is better, a milder fate than tyranny – Aeschylus, Greek playwright (525 BC – 456 BC)



No comments:
Post a Comment